Senin, 23 November 2015

Praktik Pengalaman Lapangan

PPL di SMA PGRI Demak


Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intrakurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Kependidikan Universitas PGRI Semarang. Tahapan PPL yaitu bobot  4 (empat) sks yang dilaksanakan selama dua bulan. Program ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa praktikan menjadi tenaga pendidik yang professional, melatih kemampuannya dalam bidang mengajar dan pengelolaan kelas.

         SMA PGRI Demak merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai tempat dimana praktikan melaksanakan pelatihan PPL, yang berlangsung pada tanggal 10 Agustus 2015 sampai 10 Oktober 2015. Dimana dalam pelaksanaannya, praktikan melakukan semua kegiatan keguruan yang ada di sekolah latihan. Kegiatan tersebut meliputi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), piket, membuat perangkat pembelajaran, mengisi ekstrakurikuler sekolah (ECC), mengikuti upacara, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa kesimpulan yang dapat penulis sampaikan berkaitan dengan PPL di sekolah praktikan SMA PGRI Demak:

A.    Ketersediaan Sarana dan Prasarana di SMA PGRI Demak
Dalam hal kegiatan KBM di sekolah latihan terdapat komponen-komponen yang menunjang keberhasilan dalam kegiatan KBM di sekolah latihan. Salah satunya adalah kurangnya tersediaan sarana dan prasarana KBM yaitu media dan sumber belajar. Sedangkan untuk keseluruhan sarana dan prasarana, SMA PGRI Demak memiliki 6 ruang kelas, gedung perpustakaan, ruangan laboratorium kimia, laboratorium fisika, laboratorium biologi, ruangan laboratorium computer, ruang kepala sekolah dan ruang TU, ruang guru, musholla, ruang bimbingan konseling, ruang OSIS, lapangan upacara,  lapangan sepak bola, kantin, UKS, dan tempat parkir. Sarana dan prasarana untuk proses pembelajaran yang kurang tersedia di SMA PGRI Demak sehingga sulit dan memperhambat dalam proses belajar mengajar.

B.     Kualitas Guru Pamong dan DosenPembimbing
Dalam praktik mengajar di sekolah latihan yaitu SMA PGRI Demak tidak lepas dari peran serta Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Guru pamong mata pelajaran Bahasa Inggris saya adalah Ibu Dyah Sukowati, S.Pd. Beliau adalah seorang guru yang sabar, berpengalaman, tegas, profesional, santun, menjunjung tinggi kedisiplinan, dan kreatif dalam mengembangkan materi-materi pelajaran sehingga membuat siswa jadi lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris. Dosen pembimbing adalah ibu Siti Musarokah, S.Pd, M.Pd. Beliau adalah seorang dosen yang berwibawa tinggi serta pandai dalam memberikan motivasi kepada mahasiswanya. Sehingga membuat mahasiswa merasa lebih siap dalam mengikuti praktik lapangan ini. Selain itu meskipun beliau seorang yang sibuk, tetapi selalu menyediakan waktu untuk membimbing mahasiswanya dengan sabar serta bersedia mendengarkan keluh kesah praktikan dan memberikan solusi yang sangat bermanfaat bagi praktikan.

C.    Kualitas Pembelajaran di Sekolah Latihan
SMA PGRI Demak merupakan salah satu sekolah Swasta di Demak, sehingga pembelajaran yang digunakan dalam sekolah latihan tersebut kurang sesuai dengan pembelajaran yang baru dan menggunakan teknologi IT. SMA PGRI Demak untuk kelas X,XI,XII MIA atau IIS masih menggunakan KTSP. Adanya sarana dan prasarana yang kurang memadai dan kurang modern membuat guru agak susah dalam menyampaikan materi dan melaksanakan proses pengajaran. Siswa- siswinya pun berminat dan begitu antusias dalam mengikuti pelajaran sehingga pelajaran dapat berjalan seperti yang diharapkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Dengan kata lain siswa-siswinya begitu aktif, kritis dan inovatif dalam belajar dan tidak diragukan lagi bahwa kemampuan akademik dari siswa SMA PGRI Demak ini memiliki input dan output yang kurang baik dalam hal pembelajaran dan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang kurang lengkap dan kurang modern. Pada pelaksanannya, metode pembelajaran yang dilakukan di SMA PGRI Demak lebih mendorong siswanya untuk aktif, interaktif dan inovatif. Hal ini memungkinkan guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator di dalam setiap KBM yang dilakukan di kelas.

D.    Kemampuan Diri Praktikan
Penerjunan mahasiswa untuk PPL tentunya sudah dipertimbangkan betul-betul dipertimbangkan oleh pihak penyelenggaran pendidikan, dalam hal ini melalui UPT. Kegiatan PPL ini dimulai dengan adanya mata kuliah pickteaching dan microteaching yang diadakan di masing-masing jurusan, pembekalan pada tiap fakultas dan jurusan kemudian dilanjutkan lagi dengan mata kuliah PPL 1 selama satu semester, setelah itu calon PPL 2 diseleksi lagi melalui proses pemantapan microteaching dan tahap akhir ujian pembekalan, hingga akhirnya para calon guru PPL 2 bisa diterjunkan di Sekolah yang telah disesuaikan dengan kemampuan dan bakat yang dimilki oleh mahasiswa.
Untuk mengajar dan pengelolaan kelas, praktikan mengakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Oleh karena itu, saran dan bimbingan dari guru pamong dan dosen pembimbing sangat berarti bagi praktikan. Selain itu PPL ini juga memberikan banyak pengalaman berharga bagi praktikan.

0 komentar:

Posting Komentar