PPL di SMA PGRI Demak
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intrakurikuler
yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Kependidikan Universitas PGRI Semarang. Tahapan PPL
yaitu bobot 4 (empat) sks yang
dilaksanakan selama dua bulan. Program ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa praktikan menjadi tenaga
pendidik yang professional, melatih kemampuannya dalam bidang mengajar dan pengelolaan
kelas.
SMA PGRI Demak merupakan salah
satu sekolah yang ditunjuk sebagai tempat dimana praktikan melaksanakan pelatihan
PPL, yang berlangsung pada tanggal 10
Agustus 2015
sampai 10 Oktober 2015. Dimana dalam pelaksanaannya, praktikan melakukan semua kegiatan keguruan
yang ada di sekolah latihan. Kegiatan tersebut meliputi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), piket, membuat perangkat pembelajaran, mengisi ekstrakurikuler sekolah
(ECC), mengikuti upacara, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa kesimpulan
yang dapat penulis sampaikan berkaitan dengan PPL di sekolah praktikan SMA PGRI Demak:
A.
Ketersediaan Sarana dan Prasarana
di SMA PGRI Demak
Dalam hal kegiatan KBM di sekolah latihan terdapat komponen-komponen
yang menunjang keberhasilan dalam kegiatan KBM di sekolah latihan. Salah
satunya adalah kurangnya tersediaan sarana dan prasarana KBM yaitu media dan sumber belajar. Sedangkan untuk
keseluruhan sarana dan prasarana, SMA PGRI Demak memiliki 6 ruang kelas, gedung perpustakaan, ruangan laboratorium
kimia, laboratorium fisika, laboratorium biologi, ruangan laboratorium
computer, ruang kepala sekolah dan ruang TU, ruang guru, musholla, ruang bimbingan konseling, ruang
OSIS, lapangan upacara, lapangan sepak bola,
kantin, UKS, dan tempat parkir. Sarana dan prasarana untuk proses pembelajaran
yang kurang tersedia
di SMA PGRI Demak sehingga sulit dan
memperhambat dalam proses belajar mengajar.
B.
Kualitas Guru Pamong dan DosenPembimbing
Dalam praktik mengajar di sekolah latihan yaitu SMA PGRI Demak tidak lepas dari
peran serta Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Guru pamong mata pelajaran Bahasa Inggris saya adalah
Ibu Dyah Sukowati, S.Pd. Beliau adalah seorang guru yang sabar, berpengalaman, tegas, profesional, santun, menjunjung tinggi
kedisiplinan, dan kreatif dalam mengembangkan materi-materi pelajaran sehingga membuat
siswa jadi lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris. Dosen pembimbing adalah ibu Siti Musarokah, S.Pd,
M.Pd. Beliau adalah seorang dosen yang berwibawa tinggi serta pandai dalam
memberikan motivasi kepada mahasiswanya. Sehingga membuat
mahasiswa merasa lebih siap dalam mengikuti praktik lapangan ini. Selain itu meskipun
beliau seorang yang sibuk, tetapi selalu menyediakan waktu untuk membimbing mahasiswanya
dengan sabar serta bersedia mendengarkan keluh kesah praktikan dan memberikan solusi
yang sangat bermanfaat bagi praktikan.
C.
Kualitas Pembelajaran di
Sekolah Latihan
SMA PGRI Demak
merupakan salah satu sekolah Swasta di Demak, sehingga
pembelajaran yang digunakan dalam sekolah latihan tersebut kurang sesuai dengan pembelajaran
yang baru dan menggunakan teknologi
IT. SMA PGRI
Demak untuk kelas X,XI,XII MIA atau IIS masih menggunakan KTSP. Adanya sarana
dan prasarana yang kurang memadai dan kurang modern membuat guru agak susah dalam
menyampaikan materi dan melaksanakan proses pengajaran. Siswa- siswinya pun berminat
dan begitu antusias dalam mengikuti pelajaran sehingga pelajaran
dapat berjalan seperti yang diharapkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran
yang diinginkan. Dengan kata lain siswa-siswinya
begitu aktif,
kritis dan inovatif dalam belajar dan tidak diragukan lagi
bahwa kemampuan akademik dari siswa SMA PGRI Demak ini memiliki input dan output yang kurang baik dalam hal pembelajaran
dan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang kurang lengkap dan kurang modern. Pada pelaksanannya, metode pembelajaran
yang dilakukan di SMA PGRI Demak lebih mendorong siswanya untuk aktif, interaktif dan inovatif. Hal ini memungkinkan guru hanya bertindak
sebagai fasilitator dan motivator di dalam setiap KBM yang dilakukan di kelas.
D.
Kemampuan Diri Praktikan
Penerjunan mahasiswa untuk PPL
tentunya sudah dipertimbangkan betul-betul dipertimbangkan oleh pihak penyelenggaran
pendidikan, dalam hal ini melalui UPT. Kegiatan PPL ini dimulai dengan adanya mata
kuliah pickteaching dan microteaching yang diadakan di masing-masing jurusan, pembekalan pada
tiap fakultas dan jurusan kemudian
dilanjutkan lagi dengan mata kuliah PPL 1 selama satu semester, setelah itu
calon PPL 2 diseleksi lagi melalui proses pemantapan microteaching dan tahap
akhir ujian pembekalan, hingga akhirnya para calon guru PPL 2 bisa diterjunkan
di Sekolah yang telah disesuaikan dengan kemampuan dan bakat yang dimilki oleh
mahasiswa.
Untuk mengajar dan pengelolaan kelas, praktikan mengakui
masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Oleh karena itu, saran dan bimbingan
dari guru pamong dan dosen pembimbing sangat berarti bagi praktikan. Selain itu
PPL ini juga memberikan banyak pengalaman berharga bagi praktikan.







0 komentar:
Posting Komentar