Selasa, 23 Februari 2016
Senin, 30 November 2015
Jawaban UTS
19.22
No comments
Berikut Jawaban UTS atas nama: Eko Susanto NPM: 13429002
1. Uji Excel
2. Uji PowerPoint
3. Jawab Uraian (doc)
1. Uji Excel
2. Uji PowerPoint
3. Jawab Uraian (doc)
Senin, 23 November 2015
Praktik Pengalaman Lapangan
21.38
No comments
PPL di SMA PGRI Demak
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intrakurikuler
yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Kependidikan Universitas PGRI Semarang. Tahapan PPL
yaitu bobot 4 (empat) sks yang
dilaksanakan selama dua bulan. Program ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa praktikan menjadi tenaga
pendidik yang professional, melatih kemampuannya dalam bidang mengajar dan pengelolaan
kelas.
SMA PGRI Demak merupakan salah
satu sekolah yang ditunjuk sebagai tempat dimana praktikan melaksanakan pelatihan
PPL, yang berlangsung pada tanggal 10
Agustus 2015
sampai 10 Oktober 2015. Dimana dalam pelaksanaannya, praktikan melakukan semua kegiatan keguruan
yang ada di sekolah latihan. Kegiatan tersebut meliputi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), piket, membuat perangkat pembelajaran, mengisi ekstrakurikuler sekolah
(ECC), mengikuti upacara, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa kesimpulan
yang dapat penulis sampaikan berkaitan dengan PPL di sekolah praktikan SMA PGRI Demak:
A.
Ketersediaan Sarana dan Prasarana
di SMA PGRI Demak
Dalam hal kegiatan KBM di sekolah latihan terdapat komponen-komponen
yang menunjang keberhasilan dalam kegiatan KBM di sekolah latihan. Salah
satunya adalah kurangnya tersediaan sarana dan prasarana KBM yaitu media dan sumber belajar. Sedangkan untuk
keseluruhan sarana dan prasarana, SMA PGRI Demak memiliki 6 ruang kelas, gedung perpustakaan, ruangan laboratorium
kimia, laboratorium fisika, laboratorium biologi, ruangan laboratorium
computer, ruang kepala sekolah dan ruang TU, ruang guru, musholla, ruang bimbingan konseling, ruang
OSIS, lapangan upacara, lapangan sepak bola,
kantin, UKS, dan tempat parkir. Sarana dan prasarana untuk proses pembelajaran
yang kurang tersedia
di SMA PGRI Demak sehingga sulit dan
memperhambat dalam proses belajar mengajar.
B.
Kualitas Guru Pamong dan DosenPembimbing
Dalam praktik mengajar di sekolah latihan yaitu SMA PGRI Demak tidak lepas dari
peran serta Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Guru pamong mata pelajaran Bahasa Inggris saya adalah
Ibu Dyah Sukowati, S.Pd. Beliau adalah seorang guru yang sabar, berpengalaman, tegas, profesional, santun, menjunjung tinggi
kedisiplinan, dan kreatif dalam mengembangkan materi-materi pelajaran sehingga membuat
siswa jadi lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris. Dosen pembimbing adalah ibu Siti Musarokah, S.Pd,
M.Pd. Beliau adalah seorang dosen yang berwibawa tinggi serta pandai dalam
memberikan motivasi kepada mahasiswanya. Sehingga membuat
mahasiswa merasa lebih siap dalam mengikuti praktik lapangan ini. Selain itu meskipun
beliau seorang yang sibuk, tetapi selalu menyediakan waktu untuk membimbing mahasiswanya
dengan sabar serta bersedia mendengarkan keluh kesah praktikan dan memberikan solusi
yang sangat bermanfaat bagi praktikan.
C.
Kualitas Pembelajaran di
Sekolah Latihan
SMA PGRI Demak
merupakan salah satu sekolah Swasta di Demak, sehingga
pembelajaran yang digunakan dalam sekolah latihan tersebut kurang sesuai dengan pembelajaran
yang baru dan menggunakan teknologi
IT. SMA PGRI
Demak untuk kelas X,XI,XII MIA atau IIS masih menggunakan KTSP. Adanya sarana
dan prasarana yang kurang memadai dan kurang modern membuat guru agak susah dalam
menyampaikan materi dan melaksanakan proses pengajaran. Siswa- siswinya pun berminat
dan begitu antusias dalam mengikuti pelajaran sehingga pelajaran
dapat berjalan seperti yang diharapkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran
yang diinginkan. Dengan kata lain siswa-siswinya
begitu aktif,
kritis dan inovatif dalam belajar dan tidak diragukan lagi
bahwa kemampuan akademik dari siswa SMA PGRI Demak ini memiliki input dan output yang kurang baik dalam hal pembelajaran
dan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang kurang lengkap dan kurang modern. Pada pelaksanannya, metode pembelajaran
yang dilakukan di SMA PGRI Demak lebih mendorong siswanya untuk aktif, interaktif dan inovatif. Hal ini memungkinkan guru hanya bertindak
sebagai fasilitator dan motivator di dalam setiap KBM yang dilakukan di kelas.
D.
Kemampuan Diri Praktikan
Penerjunan mahasiswa untuk PPL
tentunya sudah dipertimbangkan betul-betul dipertimbangkan oleh pihak penyelenggaran
pendidikan, dalam hal ini melalui UPT. Kegiatan PPL ini dimulai dengan adanya mata
kuliah pickteaching dan microteaching yang diadakan di masing-masing jurusan, pembekalan pada
tiap fakultas dan jurusan kemudian
dilanjutkan lagi dengan mata kuliah PPL 1 selama satu semester, setelah itu
calon PPL 2 diseleksi lagi melalui proses pemantapan microteaching dan tahap
akhir ujian pembekalan, hingga akhirnya para calon guru PPL 2 bisa diterjunkan
di Sekolah yang telah disesuaikan dengan kemampuan dan bakat yang dimilki oleh
mahasiswa.
Untuk mengajar dan pengelolaan kelas, praktikan mengakui
masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Oleh karena itu, saran dan bimbingan
dari guru pamong dan dosen pembimbing sangat berarti bagi praktikan. Selain itu
PPL ini juga memberikan banyak pengalaman berharga bagi praktikan.
Senin, 16 November 2015
Minggu, 15 November 2015
Senin, 09 November 2015
Cara Menghitung IP Semester KHS
16.27
No comments
Selamat pagi Sobat....
Gimana Teman....Mudahkan.....^-^.
Untuk lebih jelasnya berikut saya lampirkan file Excel-nya....
Share Tugas ITC KHS.xlsx - 11 KB
Untuk teman-teman yang kuliah tentunya gak asing dong dengan yang namanya KHS alias Kartu Hasil Studi. Nah, di dalam KHS tersebut pastinya tercantum IP atau Index Prestasi kita selama satu semester. Teman-teman pernah berpikir gak sih bagaimana cara menghitung IP (Index Prestasi) Semester tersebut...hehehe. Okay, dari pada bingung....simak penjelasannya di bawah ini. Pagi ini saya akan memposting bagaimana cara untuk menghitung IP Semester yg kita terima disetiap akhir semester.
1. Menentukan Mutu dari Nilai yg Kita Peroleh.
Misal kita dapat nilai C dari dosen, nah untuk menentukan Mutu dari nilai C tersebut bisa menggunakan rumus seperti pada gambar di bawah ini:
Untuk mengkonversi nilai kita harus tahu Mutu dari masing-masing nilai, contohnya: jika kita dapat nilai A maka Mutu dari nilai tersebut adalah 4, B+ muntunya 3.5, B mutunya 3,dst.
Dengan memasukan rumus pada gambar diatas maka otomatis nilai yg kita peroleh akan dikonversi menjadi Mutu dari nilai tersebut.
2. Menghitung Bobot.
Untuk mengetahui bobot dari nilai, kita bisa meghitungnya dengan mengalikan Mutu dengan SKS Mata Kuliah tersebut.
M x S.
Kemudian kita total semua SKS yg kita tempuh dan bobot (MxS) yg kita peroleh.
3. Menghitung IP Semester.
Nah cara untuk menghitung IP Semester adalah Jumlah Bobot dibagi Jumlah SKS.
4. Menentukan Jumlah SKS yg ditempuh Semester Depan.
Pertama kita harus tahu dulu range IP untuk menentukan jumlah SKS. Misal, kita bisa mengambil 24 SKS jika IP Semester kita di-range 3.25 - 4, kita bisa ambil 22 SKS jika range IP Semester kita 2,75-3.24. dst.
Gimana Teman....Mudahkan.....^-^.
Untuk lebih jelasnya berikut saya lampirkan file Excel-nya....
Share Tugas ITC KHS.xlsx - 11 KB
Semarang Pesona Asia
15.36
No comments
Semarang Pesona Asia
In the autonomy era, many regions, including regencies/cities/provinces, in Indonesia formulate a city brand to show the identity of each city. City brand is used as promotion media to gain a competitive advantage locally, regionally and even internationally. To make a strong brand, there should be a deep study and analysis, and also creativity. A brand should be an extract of vision and mission of region and should involve stakeholders. It is hoped that they will have sense of belonging and be proud of city brand formulation and also have responsibility to realize their city brand.
Generally, the objective of city brand is to promote the
potential of a region in trading, tourism and investment. To create a city
brand must be started by communicating all stakeholders and followed by changes
in community’s attitudes and facilities. If possible, the region can form an
official institution that is responsible for handling regional promotion.
Semarang as the capital of Central Java province also
has a city branding. Semarang Pesona Asia (Semarang, the Attraction of Asia)
was introduced by the Government of Semarang city in August 2007, in the front
of President and the Ambassador of foreign countries from all over the
world. Local government policies of Semarang launching the slogan
"Semarang Pesona Asia" is one attempt to communicate the potential area of Semarang. This could be
interesting for prospective
investors, as well as easy to remember. The slogan "Semarang Pesona
Asia" is expected to spur economic development in Semarang. This new identity
will provide opportunities for the realization of
regional development, both in terms of economy and
tourism.
Langganan:
Komentar (Atom)











